Asuransi Kesehatan

Asuransi KesehatanNampaknya ungkapan sedia payung sebelum hujan merupakan ungkapan yang tepat bila kita memiliki perencanaan matang dalam mengantisipasi kemungkinan terburuk termasuk dalam hal pembiayaan kesehatan diri kita beserta keluarga.Saat ini merupakan suatu kenyataan bahwa memiliki asuransi kesehatan tampaknya semakin penting mengingat biaya perawatan dan pengobatan di rumah sakit dari tahun ke tahun semakin mahal.
Kondisi tersebut mendorong untuk harus direncanakannya dengan matang terkait pembiayaan kesehatan sejak dini.

Asuransi kesehatan perlu direncanakan dengan baik dan matang untuk mengantisipasi resiko keuangan seseorang agar tidak mengalami kendala bahkan mungkin kebangkrutan hanya karena masalah kesehatan.
Dengan memiliki asuransi kesehatan, sedikitnya kita sudah dijaminkan akan resiko pembiayaan  kesehatan dan pembiayaan Rumah Sakit sehingga beban yang timbul dialihkan kepada perusahaan asuransi. Hal ini tentunya akan menciptakan ketenangan dan terbebas dari rasa khawatir.

Contoh Ilustrasi :

Bapak “A” berusia 30 tahun seorang ayah dengan dua orang putra. Bekerja sebagai karyawan swasta dan tidak merokok. Menabung di Prudential dengan jangka waktu 10 tahun (sampai dengan usia 40 tahun saja). Jumlah yang ditabungkan setiap bulan sebesar Rp. 1 juta.

  • Bulan 1 menabung Rp. 1 juta
    Bulan 2 menabung Rp. 1 juta
    Bulan 3 menabung Rp. 1 juta
    Bulan 4 Bapak “A”  Terkena Penyakit Kritis

Lalu, apa yang di dapat Bapak “A” dari tabungannya?

  1. Misalkan  pada bulan ke 2 (30 hari setelah berlakunya polis asuransi) apabila Bapak “A” sakit dan dirawat inap di Rumah Sakit, maka Prudential akan memberikan penggantian semua biaya yang timbul (kamar, dokter, pembedahan, obat-obatan,dll) di Rumah sakit dengan plafon sebesar Rp. 215 juta per tahun. Bapak “A” cukup menunjukkan kartu jaminan rawat inap dari Prudential.
  2. Seandainya pada bulan ke 4 (90 hari setelah berlakunya polis asuransi) Bapak “A” terkena sakit kritis (contoh : jantung, stroke, kanker, dll) maka Prudential akan memberikan manfaat santunan dana sakit kritis sebesar Rp. 150 juta.
  3. Jika Bapak “A” terkena sakit kritis, maka tidak perlu menabung lagi alias STOP menabung dan Prudential akan menabungkan sejak terkena sakit kritis ke rekening tabungan Prudential  Bapak “A” sebesar Rp. 1 juta per bulan hingga Bapak “A” berusia 65 tahun.
  4. Uang pertanggungan jiwa sebesar Rp. 150 juta
  5. Uang pertanggungan tambahan karena kecelakaan Rp. 300 juta

Manfaat Nilai Tunai (asumsi hasil investasi 15%)

Akhir tahun ke 10 usia Bapak “A” 40 tahun : RP.   130.762.000
Akhir tahun ke 15 usia Bapak “A” 45 tahun : Rp.   221.603.000
Akhir tahun ke 20 usia Bapak “A” 55 tahun : Rp.   713.475.000
Akhir tahun ke 30 usia Bapak “A” 65 tahun : Rp. 2.674.014.000

Bagi Anda yang memerlukan gambaran / ilustrasi mengenai kebutuhan asuransi kesehatan, silakan klik gambar di bawah ini atau langsung klik di sini.

Isi-Form-Permintaan-Ilustrasi